Senin, 7 Sept 2009
08.00-09.00. Tadarus, Sholat Duha
09.00-10.00 Materi 1 : Ramadhan oleh Ust. Drs. HJ. Abdillah, MM.
10.15-12.00 Khutbatul Iftitah
Selasa, 8 Sept. 2009
09.00-10.00 Materi 2: Aqidah Islam oleh Ust. Mufid Al Batawi
10.00-11.00 Materi 3: Akhlaq Remaja oleh Ust. Drs. Luqman Hakim
Rabu, 9 Sept. 2009
09.00-10.00 Materi 4: Tarikh / Uswah oleh Ust. Solihin Sani
10.00-11.00 Materi 5 : Urgensi Sholat 5 Waktu oleh Ust. Mustaqim Alwi
Kamis, 10 Sep 2009
09.00-10.30 Motivasi bersama ust. Nanang Mubarok
10.30-12.00 Khutbatul Ikhtitam
Pesantren kilat merupakan kegiatan yang tepat untuk mengisi liburan dengan sebaik-baiknya. Melalui pesantren kilat, siswa akan menerima nilai-nilai religi sebagai dasar pembentukan kepribadiann dan moral yang akan tertanam dalam jiwa dan sanubari.
Siswa sebagai generasi harapan bangsa, tidak lain merupakan amanah dari Allah Yang Maha Rahim. Generasi ini masih sangat peka terhadap berbagai pengaruh lingkungan sekitarnya.
Pembentukan pribadi perlu ditanamkan kepada siswa pendidikan agama yang kuat dan juga pengalaman yang yang bermanfaat dalam pembentukan kepribadiannya kelak. Dan perlu dibiasakan kepada mereka untuk mempelajari agama sejak dini sehingga timbul pada diri mereka bahwa ilmu agama merupakan kebutuhan bagi setiap muslim.
Pesantren kilat merupakan salah satu alternative bagi penanaman nilai-nilai keberagamaan bagi siswa sekaligus ajang perwujudan pilar-pilar pendidikan yang meliputi:
Learning to be
Di mana siswa diajak untuk berfikir dan berprilaku untuk memproyeksikan dirinya menjadi apa kelak, masa depannya, bahkan ketika memasuki kehidupan di akhirat nanti.
Learning to know
Di mana siswa dididik untuk mengetahui, memahami, memahami, menghayati, meyakini, dan melaksanakan ajaran agama Islam dengan kegiatan sehari-hari, dengan kesadaran yang ada pada dirinya.
Learning to do
Bagaimana seharusnya siswa berprilaku, berakhlak mulia, menghormati orang tua, guru, dan orang yang lebih tua serta mematuhi segala peraturan yang berlaku.
Learning to live together
Mengajarkan siswa akan hakikat kebersamaan, bagaimana siswa dapat hidup bersama, berdampingan dengan damai, memberikan kedamaian, sebab pada dasarnya Islam adalah rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh makhluk ciptaan Allah Swt.)